Sabtu, November 28, 2009

Konferensi Iblis

Dalam suatu Konferensi Iblis, Syaitan dan Jin,dikatakan: "Kita tidak dapat melarang kaum muslim ke Mesjid. Kita tidak dapat melarang mereka membaca Al-Qur'an dan mencari kebenaran, bahkan kita tidak dapat melarang mereka mendekatkan diri dengan Tuhan mereka Allah dan Pembawa risalah-Nya, Muhammad. Pada saat mereka melakukan hubungan dengan Allah, maka kekuatan kita akan lumpuh."

"Oleh sebab itu, biarkanlah mereka pergi ke masjid; biarkan mereka tetap melakukan kesukaan mereka, TETAPI CURI WAKTU MEREKA, sehingga mereka tidak lagi punya waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah". "Oleh sebab itu, biarkanlah mereka pergi ke masjid; biarkan mereka tetap melakukan kesukaan mereka, TETAPI CURI WAKTU MEREKA, sehingga mereka tidak lagi punya waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah".

"Inilah yang akan kita lakukan," kata iblis. "Alihkan perhatian mereka dari usaha meningkatkan kedekatannya kepada Allah dan awasi terus kegiatannya sepanjang hari!"."Bagaimana kami melakukannya?" tanya para hadirin yaitu iblis, syaitan, dan jin? “Sibukkan mereka dengan hal2 yang tidak penting dalam kehidupan mereka, dan ciptakan tipudaya untuk menyibukkan fikiran mereka,"

Jawab sang iblis. "Rayu mereka agar suka BELANJA, BELANJA DAN BELANJA SERTA BER -HUTANG, BERHUTANG DAN BERHUTANG". "Bujuk para istri untuk bekerja di luar rumah sepanjang hari dan para suami bekerja 6 sampai 7 hari dalam seminggu,10 - 12 jam sehari, sehingga mereka merasa bahwa hidup ini sangat kosong." "Jangan biarkan mereka menghabiskan waktu bersama anak2 mereka." "Jika keluarga mereka mulai tidak harmonis, maka mereka akan merasa bahwa rumah bukanlah tempat mereka melepaskan lelah sepulang dari bekerja. Dorong terus cara berfikir seperti itu sehingga mereka tidak merasa ada ketenangan di rumah." "Pikat mereka untuk membunyikan radio atau kaset selama mereka berkendaraan. Dorong mereka untuk menyetel TV, VCD, CD dan PC di rumah sepanjang hari. Bunyikan musik terus menerus di semua restoran maupun toko2 di dunia ini. Hal ini akan mempengaruhi fikiran mereka dan merusak hubungan mereka dengan Allah dan rasul-Nya"

"Penuhi meja2 rumah mereka dengan majalah2 dan tabloid. Cekoki mereka dengan berbagai berita dan gosip selama 24 jam sehari. Serang mereka dengan berbagai iklan2 di jalanan. Banjiri kotak surat mereka dengan informasi tak berguna, katalog2,undian2, tawaran2 dari berbagai macam iklan.Muat gamba2 wanita yang cantik itu, yang langsing dan berkulit mulus di majalah dan TV, untuk menggiring para suami berfikir bahwa PENAMPILAN itu menjadi unsur terpenting, sehingga mem-buat para suami tidak tertarik lagi pada istri2 mereka"

"Buatlah para istri menjadi sangat letih pada malam hari, buatlah mereka sering sakit kepala. Jika para istri tidak memberikan cinta yang diinginkan sang suami, maka akan mulai mencari di luaran. Hal inilah yang akan mempercepat retaknya sebuah keluarga. Terbitkan buku2 cerita untuk mengalihkan kesempatan mereka untuk mengajarkan anak2 mereka akan makna shalat."

"Sibukkan mereka sehingga tidak lagi punya waktu untuk mengkaji bagaimana Allah menciptakan alam semesta. Arahkan mereka ke tempat2hiburan, fitness, pertandingan2, konser musik dan bioskop Buatlah mereka menjadi SIBUK, SIBUK DAN SIBUK". "Perhatikan, jika mereka jumpa dengan orang shaleh, bisikkan gosip2 dan percakapan tidak berarti, sehingga percakapan mereka tidak berdampak apa2”.

"Isi kehidupan mereka dengan keindahan 2 semu yang akan membuat mereka tidak punya waktu untuk mengkaji kebesaran Allah. Dan dengan segera mereka akan merasa bahwa keberhasilan, kebaikan/kesehatan keluarga adalah merupakan hasil usahanya yang kuat (bukan atas izin Allah)." "PASTI BERHASIL, PASTI BERHASIL.RENCANA YANG BAGUS."

Iblis, syaitan dan jin kemudian pergi dengan penuh semangat melakukan tugas MEMBUAT MUSLIMS MENJADI LEBIH SIBUK, LEBIH KALANG KABUT, DAN SENANG HURA2. Dan hanya menyisakan sedikit saja waktu buat Allah sang Pencipta." "Tidak lagi punya waktu untuk bersilaturahmi dan saling mengingat Allah dan rasul-Nya". Sekarang pertanyaan saya adalah, "APAKAH RENCANA IBLIS INI AKAN BERHASIL………..????"
Selengkapnya...

Tema utama salah satu bentuk keindahan Alquran adalah seni menulis indah (kaligrafi). Seni menulis indah atau kaligrafi diciptakan dan dikembangkan oleh kaum Muslim sejak kedatangan Islam. Dibandingkan seni Islam yang lain, kaligrafi memperoleh kedudukan yang paling tinggi dan merupakan ekspresi spirit Islam yang sangat khas. Oleh karena itu, kaligrafi sering disebut sebagai 'seninya seni Islam' (the art of Islamic ).

Kualifikasi ini memang pantas karena kaligrafi mencerminkan kedalaman makna seni yang esensinya berasal dari nilai dan konsep keimanan. Oleh sebab itu, kaligrafi berpengaruh besar terhadap bentuk ekspresi seni yang lain. Hal ini diakui oleh para sarjana Barat yang banyak mengkaji seni Islam, seperti Martin Lings, Titus Burckhardt, Annemarie Schimmel, dan Thomas W Arnold.Keistimewaan lain kaligrafi dalam seni Islam adalah sebagai bentuk pengejawantahan firman Allah dan karya seni yang sangat berkaitan dengan Alquran dan hadis. Karena, sebagian besar tulisan indah dalam bahasa Arab menampilkan ayat Alquran atau hadis Nabi Muhammad SAW.

Di samping itu, kaligrafi merupakan satu-satunya seni Islam yang dihasilkan murni oleh orang Islam sendiri, tidak seperti jenis seni Islam lain (seperti arsitektur, seni lukis, dan ragam hias) yang banyak mendapat pengaruh dari seni dan seniman non-Muslim. Karena itu, tidak mengherankan jika sepanjang sejarah, penghargaan kaum Muslim terhadap kaligrafi jauh lebih tinggi dibandingkan jenis seni yang lain. Meski karya kaligrafi identik dengan tulisan Arab, kata kaligrafi itu sendiri berasal dari bahasa Yunani ( kalios : indah dan graphia : tulisan). Sementara itu, bahasa Arab mengistilahkannya dengan khatt (tulisan atau garis) yang ditujukan pada tulisan yang indah ( al-kitabah al-jamilah atau al-khatt al-jamil ).Dibandingkan jenis tulisan lain, huruf Arab memiliki karakter huruf yang lentur dan artistik sehingga menjadi bahan yang sangat kaya untuk penulisan kaligrafi.

Selain memiliki karakter yang unik, pada hakikatnya seni tulisan Arab bukan sekadar representasi sisi artistik budaya Arab-Islam, tetapi juga gabungan keindahan, abstraksi, kreativitas, serta pesan moral yang dikandungnya. Setiap garis, spasi, dan alur tulisan memiliki ciri khas dan falsafah sendiri.Sifat unik huruf Arab ini baru tereksplorasi dengan baik di tangan kaum Muslim. Karena, pada masa sebelum datangnya Islam, orang Arab tidak memiliki seni tulis seperti yang dikembangkan oleh orang Arab Muslim. Beberapa sumber menyebutkan bahwa kerajaan Arab kuno, seperti Nabatea, Hira, dan kerajaan lain di Yaman, menggunakan huruf ini dalam bentuk arkais (corak kuno).

Ragam Corak Kaligrafi

Akar kaligrafi Arab sebenarnya adalah tulisan hieroglif Mesir yang kemudian terpecah menjadi khatt Feniqi (Fenisia), Arami (Aram), dan Musnad (kitab yang memuat segala macam hadis). Menurut al-Maqrizi, seorang ahli sejarah abad ke-4, tulisan kaligrafi Arab pertama kali dikembangkan oleh masyarakat Himyar (suku yang mendiami Semenanjung Arab bagian barat daya sekitar 115-525 SM). Musnad merupakan kaligrafi Arab kuno yang mula-mula berkembang dari sekian banyak jenis khatt yang dipakai oleh masyarakat Himyar.

Dari tulisan tua Musnad yang berkembang di Yaman, lahirlah khatt Kufi .Kaligrafi Arab bercorak kuno ini terus dipertahankan sampai pada masa awal Islam, yakni zaman Rasulullah SAW dan Khulafa' ar-Rasyidin (Khalifah Abu Bakar as-Siddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib). Penamaan berbagai corak kaligrafi kuno yang berkembang pada masa itu mengambil nama-nama yang dinisbahkan kepada tempat-tempat di mana tulisan dipakai, seperti Makki (tulisan Makkah), Madani (Madinah), Hejazi (Hijaz), Anbari (Anbar), Hiri (Hirah), dan Kufi (Kufah).

Corak kaligrafi kuno mulai ditinggalkan pada masa kekhalifahan Islam dipegang oleh Bani Umayyah (661-750 M). Pada masa itu, mulai timbul ketidakpuasan terhadap khatt Kufi yang dianggap terlalu kaku dan sulit digoreskan. Lalu, dimulailah pencarian bentuk-bentuk lain yang dikembangkan dari gaya tulisan lembut ( soft writing ) non-Kufi sehingga lahirlah banyak gaya. Yang terpopuler di antaranya adalah Tumar, Jalil, Nisf, Tsuluts , dan Tsulutsain .Berkembangnya berbagai gaya penulisan kaligrafi pada masa Bani Umayyah membuat banyaknya para ahli penulis kaligrafi yang muncul. Salah satu tokoh kenamaan kaligrafi Bani Umayyah adalah Qutbah al-Muharrir.

Sedangkan, khalifah pertama Bani Umayyah, Muawiyah bin Abu Sufyan (661-680 M), adalah pelopor pendorong diusahakannya pencarian bentuk-bentuk baru kaligrafi tersebut.Tiga ratus jenisPada masa Daulah Abbasiyah (750-1258 M), dikembangkan lagi gaya-gaya baru dan modifikasi bentuk-bentuk lama. Pada masa ini, mulai dikenal khatt Khafif Tsuluts, Khafif Sulusain, Riyasi, dan al-Aqlam as-Sittah (Tsuluts, Naskhi, Muhaqqaq, Raihani, Riqah dan Tauqi ). Gaya penulisan kaligrafi yang berkembang pada masa Daulah Abbasiyah ini lebih dari 300 jenis. Sementara itu, tokoh terkemuka di zaman ini adalah al-Ahwal, Ibnu Muqlah, Ibnu Bauwab, dan Yaqut al-Musta'simi.

Namun, melalui tangan Ibnu Muqlah, kaligrafi didesain menjadi bentuk-bentuk yang geometris. Huruf-huruf diberi ukuran menurut kadar tipis-tebal dan panjang-pendek serta lengkungan goresan secara pasti sehingga menghasilkan bentuk anatomi yang seimbang. Dialah yang pertama kali membagi jenis huruf Arab atas enam gaya, yakni kufi, naskhi, riqah, diwani, ta'liq , dan tsuluts .Rumus Ibnu Muqlah ini dinamakan al-Khatt al-Mansub yang terdiri atas komponen alif, titik belah ketupat, dan standar lingkaran.

Selengkapnya...

Senin, Mei 04, 2009

Prostration

Your body receives a huge amount of electromagnetic waves daily. You get these electromagnetic waves through the electrical equipments that you use and various equipments which you can not leave. Also through the electrical lights which can not be switched off in certain cases if even at home. You are a source which receives huge amounts of electromagnetic waves. In other words you are charged with electromagnetic without realizing it. You have headache you feel uncomfortable, laziness in action and pain in different places. Don’t forget this when you feel some of these symptons.

What is the solution from all this ?. A non-muslim scientist (From Europe) made a research from which he concluded that the best way for the body to remove the positive electromagnetic charges which hurts the body is :

  1. By putting your forehead on the ground more than once so that the ground will discharge the positive harmful electromagnetic charges
  2. This is similar to the grounding of the building where any positive electromagnetic signals (like thunders) would be discharged through the ground
  3. So put your forehead on the ground to discharge the positive electromagnetic signals
  4. The best is to put your forehead on the same and it becomes more amazing that the best way is to put your forehead on the ground while you are positioned to the center of the earth. Since you will be able to discharge the electromagnetic signals in a better and more efficient way.

And you will be amazed when you know that electromagnetic is scientifically proven to be the center of the earth and the Kaaba as the exact center of the earth. So prostration in your prayer is the best way to discharge the harmful electromagnetic signals from your body. It is also the ideal way to b very close from the Almighty who created this universe in such a creative way.

Allah Almighty will always ask you to do thing because there are helpful and useful for us. There are cases when we won’t know the reason for a certain act, but sooner or later you might be able to find the reason. In any case you should trust the Almighty Alloh and know that whatever you do for Him is the best for you. We do not prostration to discharge the electromagnetic waves but to obey the Almighty Alloh we trust that in His commands there is always a wisdom an trust is because He is the creator, He knows everything.

However, since the scientific reason is available is not essential to show it to the people so that they can see that whatever muslims do is good for them.

Selengkapnya...

H. Muhammad Shohib, MA Sejatinya , tugas memelihara kemurnian kitab suci al Qur'an merupakan tanggung jawab seluruh umat Islam. Namun demikian, beban tanggung jawab terbesar berada di pundak para ulama, yakni mereka yang ahli di bidang ilmu al Qur'an. Di Indonesia, adalah Lembaga Lajnah Pentashihan Mushaf Al Qur'an yang banyak menangani tersebut. Selain mentashih, lembaga ini juga memberikan rekomendasi pentashihan, baik dalam penulisan huruf al Qur'an, terjemahan maupun tafsirnya. "Secara umum, pentashihan adalah pekerjaan yang memerlukan kehati-hatian tingkat tinggi. Mengapa? Sebab yang ditangani adalah kitab suci," tandas Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al Qur'an Drs. H. Muhammad Shohib MA

Pemeliharaan Al Qur'an menyangkut tiga hal, pentashihan, pengkajian, dan pemeliharaan secara fisik. Semua itu dilakukan sebagai implementasi dari firman Allah dalam surat al Hujuraat : 9 yang artinya, " Sesungguhnynya Kami menurunkan Al Qur'an dan Kami yang akan menjaganya."

Para ahli tafsir memahami ayat di atas adanya kemungkinan keterlibatan selain Allah dalam menjaga kesucian Al Qur'an yaitu partisipasi aktif dari masyarakat Islam.

Pertama, pentashihan, yakni menyangkut teks al Qur'an supaya tetap benar (jangan salah tulis). Kedua, menyangkut masalah pemahaman (tafsir) karena fungsi al Qur'an yang utama sebagai hudan (petunjuk). Sebagai petunjuk tentu saja al Qur'an harus dipahami dengan benar dan sekaligus diamalkan dala kehidupan sehari-hari. Di samping itu, al Qur'an ditulis dalam bahasa Arab, sehingga banyak umat Islam yang tidak paham. Maka itu perlu diterjemahkan dan dituliskan tafsirnya agar bisa lebih dipahami. Ketiga, sebagai kitab suci, al Qur'an secara fisik harus terpelihara dengan baik. Karena itu di Indonesia dibangun Bayt al Qur'an yakni museum al Qur'an yang berada di Taman Mini

Al Qur'an sesuai dengan namanya artinya bacaan, maka al Qur'an harus dibaca. Nama lain yang sangat populer adalah kitab yang artinya tulisan, maka al Qur'an harus ditulis/dituliskan.

Jadi secara historis, pemeliharaan al Qur'an melalui dua cara yaitu dibaca/dihafal dan ditulis. Sehingga jika ada teks yang salah bisa dipantai dan dikoreksi oleh para hafidz. Sebaliknya para hafidz juga memerlukan tulisan untuk menghafal al Qur'an, maka itu al Qur'an harus ditulis. Kedua cara tadi membaca dan menulis sama-sama penting. (dikutip dari Tabloid Dialog Jum'at)
Selengkapnya...

Jumat, Maret 13, 2009

Al Qur'an dari Masa ke Masa

Dalam Al Qur'an surah Al Hijr (15) ayat 9 menyebutkan, " Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an dan Kami pula yang menjaganya." Ayat ini memberikan jaminan tentang kesucian dan kemurnian Al Qur'an selama-selamanya hingga akhir zaman. Karena itu banyak umat Islam, termasuk pada zaman Rasulullah saw. yang hafal Al Qur'an. Dengan adanya umat yang hafal Al Qur'an, ia senantiasa terjaga termasuk dari pemalsuan oleh orang-orang di luar Islam. Selanjutnya demi memudahkan umat Islam (termasuk yang bukan Islam) membaca Al Qur'an dengan baik, mushaf Al Qur'an pun dicetak sebanyak-banyaknya setelah melalui tashih (pengesahan dari ulama-ulama yang hafal Al Qur'an. Al Qur'an pertama kali dicetak pada tahun 1530 Masehi atau sekitar abad ke-10 H. di Bundukiyah (Vinece). Namun kekuasaan gereja memerintahkan agar Al Qur'an yang telah dicetak itu dibasmi. Kemudian Hankelman mencetaknya kembali di kota Hamburg (Jerman) pada tahun 1694 M. atau sekitar abad ke-12 H. Kini Al Qur'an telah dicetak di berbagai negara di belahan bumi ini. Pemeliharaan Al Qur'an tak henti sampai di situ. Di sejumlah negara didirikan lembaga pendidikan yang dikhususkan mempelajari ulumul Qur;an ( ilmu-ilmu tentang Al Qur'an). Salah satu materi pelajaran yang diajarkan adalah hafalan Al Qur'an. Di Indonesia sendiri terdapat banyak lembaga-lembaga pendidikan yang khusus menghafal Al Qur'an, mulai dari pendidikan tinggi seperti Institut Ilmu Al Qur'an (IIQ) hingga pesantren yang khusus menghafal Al Qur'an seperti Pesantren Yanbuul Qur'an di Kudus Jateng, atau pesantren-pesantren yang didalamnya juga ada program hafal qur'an. Misalnya Pesantren Assyafi'iyah Sukabumi, Pesantren Al Amin Parenduan Madura, dan masih banyak pesantren-pesantren Al Qur'an lainnya.
Selengkapnya...

Related Posts with Thumbnails